Desa memiliki sejarah panjang sebagai bentuk pemukiman manusia yang berkembang sejak zaman kuno. Awalnya, desa muncul sebagai komunitas agraris kecil yang didirikan di dekat sumber daya alam seperti sungai, hutan, atau lahan subur. Pada masa kerajaan, desa sering menjadi bagian dari wilayah administrasi kerajaan yang berfungsi untuk mendukung kebutuhan ekonomi melalui pertanian dan peternakan. Struktur sosial desa tradisional di Indonesia biasanya dipimpin oleh kepala desa, dengan masyarakatnya yang hidup bergotong royong. Seiring perkembangan zaman, desa mengalami modernisasi tanpa kehilangan identitas budaya lokalnya, menjadi pusat pembangunan berbasis kearifan lokal yang mendukung keberlanjutan.